Senin, 10 Desember 2018

HAKEKAT PESERTA DIDIK

A. Pengertian Hakekat Peserta Didik
   Hakikat Peserta Didik menurut ilmu filosofi adalah menuntut pemikiran secara dalam, luas, lengkap, menyeluruh, tuntas serta mengarah pada pemahaman tentang peserta didik.
Menurut Raka Joni, menyatakan bahwa hakikat peserta didik didasarkan pada 4 hal yaitu:
1. Peserta didik bertanggung jawab terhadap pendidikan sesuai dengan wawasan pendidikan seumur      hidup.
2. Memiliki potensi baik fisik maupun psikologi yang berbeda-beda sehingga masing-masing peserta      didik merupakan insan yang unik.
3. Pembinaan individual serta perlakuan yang manusiawi.
4. Pada dasarnya merupakan insan yang aktif menghadapi lingkungan.

B. Pengertian Peserta Didik

     Pandangan menurut ilmu psikolog tentang peserta didik adalah individu yang sedang berkembang baik jasmani maupun rohani. Perubahan jasmani biasa disebut pertumbuhan, ialah terdapatnya perubahan aspek jasmani menuju kearah kematangan fungsi, misal kaki, tangan sudah mulai berfungsi secara sempurna. Sedangkan perkembangan rohani adalah perubahan aspek psikis secara lebih jelas.
    Menurut pasal 1 ayat 4 UU RI No. 20 tahun 2003 tentang system Pendidikan Nasional, peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada jalur jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
Syamsul nizar mendeskripsikan beberapa kriteria peserta didik yaitu: 
1. Peserta didik bukanlah miniatur orang dewasa tetapi memiliki dunianya sendiri.
2. Peserta didik memiliki periodisasi perkembangan dan pertumbuhan.
3. Peserta didik adalah makhluk Allah yang memiliki perbedaan individu baik disebabkan oleh                faktor  bawaan maupun lingkungan dimana ia berada.
4. Peserta didik merupakan dua unsur utama jasmani dan rohani, unsur jasmani memiliki daya fisik        dan unsur rohani memiliki daya akal hati nurani dan nafsu. 
Jadi, peserta didik adalah manusia yang memiliki potensi atau fitrah yang dapat dikembangan secara dinamis.

C. Kriteria Peserta Didik
a).  Perkembangan Fisik Peserta Didik
    1) Sistem syaraf, yang sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan dan emosi;
·         2) Otot-otot, yang mempengaruhi perkembangan kekuatan dan kemampuan motorik 
·         3)  Sistem syaraf yang sangat memengaruhi perkembangan kecerdasan dan emosi
·        4) Kelenjar Endokrin, yang menyebabkan munculnya pola-pola tingkah laku baru, seperti pada          usia remaja berkembang perasaan senang untuk aktif dalam suatu kegiatan, yang sebagian              anggotanya terdiri atas lawan jenis.  Struktur fisik/tubuh, yang meliputi tinggi, berat, dan                 proporsir.
      b). Perkembangan Kognitif Peserta Didik
     Menurut Desmita (2009) Kognitif atau pemikiran adalah istilah yang digunakan oleh ahli psikologi untuk menjelaskan semua aktivitas mental yang berhubungan dengan persepsi, pikiran, ingatan dan Pengolahan informasi yang memungkinkan seseorang memperoleh pengetahuan, memecahkan masalah, dan merencanakan masa depan, atau semua proses psikologis yang berkaitan bagaimana individu mempelajari, memperhatikan, mengamati, membayangkan, memperkirakan, menilai dan memikirkan lingkungannya.
c).  Perkembangan Sosial-emosional  Peserta Didik
      Perkembangan sosial adalah pencapaian kematangan dalam hubungan atau interaksi sosial. Dapat juga diartikan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma kelompok, tradisi dan moral agama. Sedangkan emosi merupakan faktor dominan yang mempengaruhi tingkah laku individu, dalam hal ini termasuk pula perilaku belajar. Emosi dibedakan menjadi dua, yakni emosi positif dan emosi negatif. Emosi positif seperti perasaan senang, bergairah, bersemangat, atau rasa ingin tahu yang tinggi akan mempengaruhi individu untuk mengonsentrasikan dirinya terhadap aktivitas belajar. Emosi negatif sperti perasaan tidak senang, kecewa, tidak bergairah, individu tidak dapat memusatkan perhatiannya untuk belajar, sehingga kemungkinan besar dia akan mengalami kegagalan dalam belajarnya.
d). Perkembangan Moral dan Spritual Peserta Didik
    Perkembangan moral dan spiritual peserta didik adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita semua. 

D. Potensi Peserta Didik
    Herry Wibowo (2007)  menyatakan bahwa  potensi yang  terbesar manusia adalah otak. Otak adalah pengatur seluruh fungsi tubuh, dan juga sebagai pusat yang mengendalikan perilaku individu. Adapun potensi intelektul atau kekuatan otak individu berkaitan dengan daya nalar dan logika yang berupa kemampuan untuk mempelajari keterampilan, menganalisa, dan lain lain.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Potensi Peserta Didik:
a. Faktor Fisik
b. Faktor Psikologis (Kejiwaan)
c. Faktor Eksternal (Lingkungan Masyarakat, Keluarga dan Sekolah)


Sumber:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar