A. Pengertian Manusia Menurut Para Ahli
Menurut
teori evolusi mengatakan bahwa alam ini, termasuk manusia yang berada
didalamnya berkembang secara evolusionis( berubah atau berkembang secara
perlahan) dari makhluk yang sangat sederhana yang berkembang sedemikian rupa
menjadi makhluk yang lebih kompleks. Perjalanannya
yang sangat panjang itu menceritakan perkembangan sampai manusia menjadi
sekarang ini. Dan prediksi kedepan manusia akan terus berkembang dan mengalami
trasformasi kebentuk manusia lainnya yang lebih kompleks. Menganut teori
evolusi:
1) Golongan realisme ( orang yang beranggap bahwa realitas ini bersifat bendawi).
2) Golongan materialis (orang yang beranggap bahwa alam ini wujud gerak mekanistik).
3) Golongan ateis (orang yang tidak percaya kepada tuhan).
Pandangan para ahli agama mengatakan bahwa manusia pertama tidak diciptakan ditempat ini(bumi), dan bukan merupakan bagian panjang dari sejarah alam seperti diperkirakan dalam pandangan evolosionisme. Manusia yang pertama disebut dengan adam diciptakan di surga.
1) Golongan realisme ( orang yang beranggap bahwa realitas ini bersifat bendawi).
2) Golongan materialis (orang yang beranggap bahwa alam ini wujud gerak mekanistik).
3) Golongan ateis (orang yang tidak percaya kepada tuhan).
Pandangan para ahli agama mengatakan bahwa manusia pertama tidak diciptakan ditempat ini(bumi), dan bukan merupakan bagian panjang dari sejarah alam seperti diperkirakan dalam pandangan evolosionisme. Manusia yang pertama disebut dengan adam diciptakan di surga.
Roger, Hansen, Adlet, dan Martin Buber. Human artinya manusia, yaitu memahami secara hakiki keberadaan manusia, oleh manusia, dan dari manusia berdasarkan rasio (pemikiran manusia). Pandangan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Dalam batas tertentu manusia punya otonomi untuk menentukan nasibnya
b.Manusia bukan makhluk jahat atau baik, tetapi ia punya potensi untuk keduanya
c.Manusia adalah makhluk yang bertanggung jawab atas perbuatannya
d.Manusia makhluk yang senantiasa akan menjadi terus berusaha, dan tak pernah sempurna
a. Dalam batas tertentu manusia punya otonomi untuk menentukan nasibnya
b.Manusia bukan makhluk jahat atau baik, tetapi ia punya potensi untuk keduanya
c.Manusia adalah makhluk yang bertanggung jawab atas perbuatannya
d.Manusia makhluk yang senantiasa akan menjadi terus berusaha, dan tak pernah sempurna
B.
Kepribadian manusia
A.
Aspek
fisik manusia
Secara fisiologi(jasmani), keturunan manusia diciptakan dari
sel-sel sperma yang bercampur engan sel-sel telur (ovum) dalam rahim seorang
ibu yang mengandung.
Prosesnya:
1.
Menjadi
segumpal darah
2.
Menjadi
daging
3.
Menjadi
tulang- belulang
4.
Mencapai
kelengkapan fisiologis dan anggotanya menjadi secara lengkap.
Maksud aspek
fisik/jasmani ini adalah manusia yang hidup dialam ini tunduk kepada hukum alam, sehingga ia memerlukan penyesuaian diri dengan tuntutan hukum-hukum alam.
Kehidupan hanya bisa terwujud bilamana kebutuhan fisik secara alami dapat
terpenuhi, seperti kebutuhan primer dan sekunder.
B.
Aspek
psikis manusia
Aspek psikis/rohani manusia adalah sesuatu yang tidak bersifat
fisik atau material. Aspek psikis anda terdiri dari beberapa bagian, sebagian
orang hanya menatap gejala-gejala psikis yang tampak ke permukaan atau melalui
aspek jasmani, seperti orang marah mukanya merah, orang senang banyak tersenyum
dan lain sebagainya. Terkadang seseorang membuat kamuflase untuk menyembunyikan gejala
jiwanya. Aspek kejiwaan atau spiritual adalah esensi manusia, terpisah dari
fisik dan mempunyai potensi untuk mengetahui dan mengalami, serta sebagai
penerimaan subjek informasi dari dalam maupun dari luar dirinya. Wujud manusia
sangat ditentukan oleh wujud spiritualnya yang mempunyai hubungan dengan akal
aktif atau cahaya ghaib.
C.
Perkembangan
kepribadian manusia
Untuk menjaga dan maningkatkan kualitas hidup dan penghidupannya
manusia selalu berusaha dan berupaya untuk mencari jalan agar selalu
berkembang, baik fisik maupun psikis membutuhkan pembinaan agar berkembang optimal
dana maksimal sesuai dengan kapasitas. Fisik maupun psikis hanya merupakan potensi laten yang mungkin
hanya disempurnakan lebih lanjut melalui pendidikan. Pendidikan merupakan
kebutuhan yang tidak kalah penting dari kebutuhan lainnya.
Sumber:
Kadir Abdul;dasar-dasar
pendidikan;2012;kencana prenada media group;jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar