Permasalahan Pendidikan
Menurut Redja Mudyahardjo,(2001), permasalahan pendidikan dapat dikelompokkan menjadi 4, yaitu:
1. Masalah Partisipasi Pendidikan
Masalah partisipasi atau kesempatan
memperoleh pendidikan adalah rasio atau perbandingan antara masukan pendidikan
(raw input) atau jumlah penduduk yang tertampung dalam satuan-satuan
pendidikan. Keberadaan masalah ini dapat diketahui dari individu-individu yang
mestinya menjadi peserta didik pada satuan pendidikan tertentu tetapi
kenyataannya tidak demikian. Misalnya saja di berbagai daerah masih banyak
anak-anak yang mestinya menjadi peserta didik pada satuan pendidikan TK tetapi
belum menjadi bagian dari satuan pendidikan tersebut. Hal demikian tentunya
akan menimbulkan masalah pada saat mereka masuk sekolah dasar. Demikian juga
banyaknya individu lulusan SMA yang tidak melanjutkan pendidikannya pada
perguruan tinggi. Untuk bekerja mereka belum memiliki bekal yang mamadai.
2. Masalah Efisiensi Pendidikan
Masalah efisiensi pendidikan berkenaan
dengan proses pengubahan atau transformasi masukan produk (raw input) menjadi
produk (output). Salah satu cara menentukan mutu transformasi pendidikan adalah
mengitung besar kecilnya penghamburan pendidikian (educational wastage), dalam
arti mengitung jumlah murid/mahasiswa/peserta didik yang putus sekolah,
mengulang atau selesai tidak tepat waktu. Jika peserta didik sebenarnya memiliki
potensi yang memadai tetapi mereka tidak naik kelas, putus sekolah, tidak lulus
berarti ada masalah dalam efisiensi pendidikan. Masalah efisiensi pendidikan
juga terjadi di perguruan tinggi. Masalah tersebut dapat diketahui dari adanya
para mahasiswa yang sebenarnya potensial tetapi putus kuliah dan gagal
menyelesaikan pendidikannya pada waktu yang tepat.
3. Masalah Efektivitas Pendidikan
Masalah efektivitas pendidikan berkenaan
dengan rasio antara tujuan pendidian dengan dengan hasil pendidikan (output),
artinya sejauh mana tingkat kesesuaian antara apa yang diharapkan dengan apa
yang dihasilkan, baik dalam hal kuantitas maupun kualitas. Pendidikan merupakan
proses yang bersifat teleologis, yaitu diarahkan pada tujuan tertentu, yaitu
berupa kualifikasi ideal. Jika peserta didik telah menyelesaikan pendidikannya
namun belum menunjukkan kemampuan dan karakteristik sesuai dengan kualifikasi
yang diharapkan berarti adalah masalah efektivitas pendidikan.
4. Masalah Relevansi Pendidikan
Masalah ini berkenaan dengan rasio antara
tamatan yang dihasilkan satuan pendidikan dengan yang diharapkan satuan
pendidikan di atasnya atau institusi yang membutuhkan tenaga kerja, baik secara
kuantitatif maupun secara kualitatif. Masalah relevansi terlihat dari banyaknya
lulusan dari satuan pendidikan tertentu yang tidak siap secara kemampuan
kognitif dan teknikal untuk melanjutkan ke satuan pendidikan di atasnya.
Masalah relevansi juga dapat diketahui dari banyaknya lulusan dari satuan
pendidikan tertentu, yaitu sekolah kejuruan dan pendidikan tinggi yang belum
atau bahkan tidak siap untuk bekerja.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar